Waspada, Inilah Ciri-ciri Gangguan Jin yang Dapat Merusak Hubungan Suami Istri

loading...
loading...

Pernahk4h mendeng4r adanya ganggu4n jin y4ng bisa merus4k hubung4n rumah tangg4 serta meretakk4n pernikah4n antar4 suam4 istr1? Bahkan di kalangan jin, yang dianggap sebagai golongan paling baik merupakan para jin yang bisa memisahkan seorang suami dari istrinya.

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian mengirim pasukannya. Serta yang paling dekat terhadap iblis dari pasukannya merupakan setan yang bisa membikin fitnah yang paling besar.

Salah satu dari mereka datang serta mengatakan, ‘Aku telah berbuat ini serta ini.’

Iblis mengatakan, ‘Kamu belum berbuat apa-apa.’
Kemudian datang setan lain serta mengatakan, ‘Aku tak meninggalkannya hingga aku bisa memisahkan antara dirinya dengan istrinya.’

Maka iblis mendekatkan setan tersebut terhadap dirinya serta mengatakan, ‘Sebaik-baik (pasukanku) merupakan kamu’.” (HR Muslim No: 7284)

Mengenal faktor ini, pasti saja setiap pasutri butuh waspada terhadap gangguan jin yang mungkin saja melanda rumah tangga kami sendiri. Berikut ini berbagai ciri-ciri gangguan jin yang bisa dideteksi:

Keadaan emosi tak terkendali, sangat mudah marah. Umpama istri yang membantah suami, suami yang memaki istri sebab faktor sepele.

Tidak jarang merasa ragu, was-was, ketakutan tanpa sebab yang jelas.
Adanya dorongan kuat untuk melakukan lakukanan maksiat yang berulang-ulang, umpama suami alias istri melihat video porno baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, disertai kemalasan serta kelesuan luarbiasa untuk melakukan shalat serta ibadah lain.

Susah khusyuk dalam mengerjakan sholat, serta susah mengingat rakaat shalat, serta faktor ini terjadi terus berulang-ulang, tak hanya sesekali saja.

Ses4k naf4s sert4 meras4 mengantVk ber4t saat membac4 Al Qur4n (tid4k bisa bac4 lebih d4ri 30 Ay4t ali4s tenggorok4n y4ng terhent1 sam4 Sekal1, bahk1n tertidur sa1t baru buk1 mush1f).

Melemahnya hati, minder, suka menghayal/melamun, menyendiri serta mengurung diri di kamar dengan cara berlebihan alias mengasingkan diri dari sosial.

Merasakan sakit yang tak kunjung sembuh; semisal pusing di kepala, mendengung di telinga, pegal di bahu, belikat serta paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung serta dada sesak tanpa sebab yang jelas.

Memandang remeh kegiatan ibadah serta lupa alias malas dzikrullah.
Depresi serta pikiran linglung, merasa kecewa, jantung berdebar-debar keras.
Tidak jarang kesurupan baik separuh ingatan alias dengan cara total.

Tidak jarang mendengar bisikan terbuktigil namanya sendiri, merasa ada yang mengundang bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun ke sungai alias jurang, menabrakkan diri dll.

Paranoid serta cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar serta mengancam bakal membunuh.

Tidak jarang mencium aroma –bauan wangi kembang alias dupa, aroma anyir alias basi (bangkai) yang tak terkesan sumber baunya.

Melihat alias merasakan kehadiran mahluk halus baik sekilas alias jelas.
Melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari alias di luar kendali alias semacam ada yang mengendalikan serta tak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.

Rasa sakit di salah satu anak buah badan yang tak terdeteksi dokter alias sakit menahun yang tak ditemukan solusinya dalam dunia medis
Tidak jarang merasa panas pada anak buah tubuh, baik itu kepala, punggung, dada, tengkuk, serta lainnya

Tidak merasa kenyang meskipun makan tak sedikit, alias kuat tak makan sama sekali
Suasana rumah terasa panas, anak buah keluarga tak betah di rumah, mudah terjadi pertengkaran meskipun hanya dikarenakan faktor sepele

Apabil4 mengalam1 berbaga1 p0in d4ri 20 ciri-cir1 di at4s, sebaikny4 melakuk4n ruqy4h mandir1 terleb1h dahVlu, yakn1 membac4 ayat-ay4t Qur’4n serta melaw4n rasa mal4s beribad4h dengan sunggVh-sungguh.

Kalau gangguan telah terus parah, sebaiknya meminta bantuan ustad/ustadzah yang telah biasa menangani ruqyah. Wallaahualam.

Dar1 sahab4t ‘Auf bin Mal1k R.A diriny4 mengatak4n, Kam1 dahulV meruqy4h di mas4 Jahiliyy4h, mak4 kami bert4nya,

“Ya Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu?” Beliau menjawab, “Tunjukkan padaku ruqyah (mantera) anda itu. Tak mengapa mantera itu selagi tak mengandung kesyirikan.” (HR. Muslim)

Sumber: ummi-online.com
loading...
Loading...
loading...
close