Serem Banget! Wanita Wajib Baca! ... Astaga! Tidak Disangka Karena Melakukan "Hal Ini", Wanita 21 Tahun Menjadi "Mandul" Seumur Hidup, Membuat Sang Pacar Meninggalkan Dirinya!

loading...
loading...


"Dokter, apakah pacarku sakit?" tanya seorang pria.
Dokter itu terdiam sejenak serta menjawab, "Berdasarkan istilah medis, ia terkena sindrom hiperstimulasi ovarium."

Dengan kebingungan, sang pria mengulang kata-kata dokter, "sindrom hiperstimulasi ovarium?"

Yah, terbukti belum tak sedikit yang tahu tentang istilah medis ini. Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) merupakan efek samping yang umum dari terapi kesuburan, khususnya obat-obatan yang dipakai selagi program pembuahan in-vitro (IVF). OHSS merupakan kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium bereaksi berlebihan kepada obat serta menghasilkan terlalu tak sedikit kantung telur (folikel).

Wanita yang mempunyai sindrom hiperstimulasi ovarium bisa mengalami beberapa gejala, tergolong mual, muntah, perut nyeri, berat badan naik dengan cara tiba-tiba, sampai yang paling parah merupakan nyawa terancam.

Apa yang sebetulnya terjadi?
Pria itu berpikir bahwa pacarnya baru berumur 21 tahun, bagaimana bisa mengidap sindrom hiperstimulasi ovarium?

Sindrom hiperstimulasi ovarium merupakan penyakit yang serius serta bisa menyebabkan 3 faktor ini:

? Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan gangguan keseimbangan kadar hormonal, menyebabkan periode menstruasi menjadi tak teratur serta pertumbuhan rambut menjadi berlebihan, khususnya di tangan serta kaki.

? Persoalan pernapasan (sindrom pernapasan akut).
? Kehamilan kembar alias lebih, sebab menerima lebih dari satu dosis hCG seusai bagian ovulasi (hCg merupakan hormon yang dihasilkan selagi kehamilan dalam plasenta manusia serta bertanggung jawab atas pemeliharaan kehamilan).

Untungnya, sebab semakin diperbuat pengobatan dengan cara semakin menerus, jadi nyawa sang pacar bisa diselamatkan. Tetapi, dokter juga berbicara bahwa sang pacar tak bisa hamil seumur nasibnya. Faktor ini tetap lebih baik dibanding dengan nyawa yang melayang.

Seusai membahas penjelasan dokter, wanita itu pun menangis serta rugi.

Sang wanita nyatanya, demi uang, tanpa sepengetahuan keluarganya, tanpa sepengetahuan pacarnya, dalam satu tahun ia telah mendonasikan (jual) telurnya. Ia mengira bahwa ia tetap mudah, serta tubuhny bakal baik-baik saja.

Dokter membahas lagi bahwa seorang wanita menyumbangkan telur berbeda semacam seorang pria menyumbangkan sperma. Tubuh pria tak bakal mengalami kerusakan ketika spermanya disumbangkan, sedangkan untuk seorang wanita, faktor ini lebih kompleks. Untuk menyumbangkan telur, seorang wanita wajib memakai obat kesuburan yang merangsang ovulasi supaya bisa menghasilkan sejumlah telur.

Mendengar faktor ini, membikin pria itu marah serta meninggalkan pacarnya.

Nah, untuk anda para wanita sebaiknya berhati-hati serta jangan sebab uang membikin anda meperbuat faktor yang bisa membahayakan tubuh kalian. Yuk bagikan postingan ini ke kawan-kawanmu!

Sumber: how
http://www.cerpen.co.id/post_145722.html
loading...
Loading...
loading...
close