Kena Tilang, Pria Ini Bilang “Asal Bapak Tahu Rasulullah Saja Tak Pakai Helm”, Tapi Jawaban Polisi Bikin Ia Terdiam

loading...
loading...

Suatu hari, seorang polisi menghentikan seorang pria pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Saat itu pria ini hanya mengenakan peci berwarna putih.

Tanpa pikir panjang, sang polisi meminta pria ini menunjukkan SIM serta STNK miliknya. Tetapi reaksinya tidak terduga, permintaan polisi ini langsung ditolak dengan keras pria itu.

“Maaf, boleh saya menonton SIM serta STNK Anda?,” kata si polisi sambil mengeluarkan surat tilang.

“Sebutkan apa kesalahan saya,” ucap pria ini.
“Anda tidak mengenakan helm,” jelas polisi.
“Saya tidak bakal mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya,” tutur pria ini.
“Maksud Anda?,” tanya polisi sedikit bingung.
“Rasulullah saja tidak pakai helm. Sehingga jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau,” papar pria itu tanpa rasa bersalah.

“Begitu ya pak?! Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor. Serta pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu telah ada motor, apakah Kamu yakin Rasulullah tidak bakal menggunakan helm?,” balas polisi sambil menutup bukunya serta tersenyum ramah.

Pria itu tersentak serta terdiam seketika.
“Anda dengan mudahnya mengharamkan yang kamu benci, tapi menghalalkan yang Kamu sukai seakan-akan Andalah penentunya,” kata polisi lagi.

“Alhamdulilla saya juga puny ilmu agam yang bai, serta saya percay bahwa Rasululla lebih menyuka umatny yang melindung kesehatanny serta keluargany,” lanju polis.

“Apa maksud bapak? Apakah hanya sebab helm berarti saya tidak melindungi keluarga saya?,” tanya pria ini dengan muka masam.

“Benar. Bahwa apabila terjadi faktor kurang baik yang mencelakai kepala kamu dampak benturan, apakah keluarga kamu tidak bakal menerima dampaknya? Bagaimana perasaan takut serta tertekan yang bakal mereka rasakan? Siapa yang kelak bakal menafkahi mereka?,” tanya polisi itu.

“Allah yang bakal menafkahi mereka,” jawab pria itu.
“Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberbagi Allah tidak jarangkali lewat orang lain? Serta bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda? Apabila kamu cacat, maka ajaran rezeki bakal lewat orang lain, dapat sehingga ‘ayah tiri anak-anak anda’. Serta apakah kamu ikhlas dengan itu?,” beber polisi itu.

Pria itu terdiam kali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM serta STNK.
“Ini pesan saya buat kamu pak, melindungi diri Kamu sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungki ini hany suat helm, tapi bayangka perasaa enjo yang dirasaka istri kamu saat menonto kepala suaminy terlindung. Kali ini saya tidak menilang anda, anggaplah nasehat barusan sebagai surat tilang saya untuk Anda,” imbuh polisi.

Apabila Kamu mencintai keluarga Anda, maka patutlah mengurangi resiko yang membahayakan. [Radarislam/ Di]
loading...
Loading...
loading...
close