Inilah 9 Ciri - Ciri Anak Yang Membawa Rezeki Untuk Orangtuanya, No 5 Jarang Dimiliki

loading...
loading...

Tidak sedikit anak tidak sedikit rezeki, itulah ungkapan yang tidak jarang kami dengar. Faktor itu menyebutkan bahwa anak yang diamanahkan Allah terhadap kami merupakan rezeki bagi orangtuanya.

Tapi mengapa tidak sedikit orang yang masih sulit rezekinya walau mempunyai tidak sedikit anak? Sebab rezeki Allah yang membagi, mungkin terbukti orangtuanya sendiri yang menghalangi rezeki mereka sekeluarga.
Ciri-Ciri anak pembawa rezeki :

1. Cinta pada Allah dan RasulNya
Anak yang mencintai Allah dan RasulNya artinya rutin menurut apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, tidak menyekutukanNya dengan apapun dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladannya. Sejak dini anak ini telah menjadi anak yang mudah dibimbing menuju agama dan tidak keras hatinya. Kondisi itu semakin menerus bertambah seiring bertambahnya umur anak tersebut. Mudah menerima pelajaran agama. Anak-anak ini bakal dilimpahi rezeki yang bisa diberbagi langsung padanya alias lewat orangtuanya.

2. Suka membaca Al Quran
Beruntunglah orangtua yang mempunyai anak yang menjadikan Al Quran sebagai wacana harusnya. Tidak sempat malas disuruh ngaji. Bahkan ngaji menjadi salah satu hobinya. Dimudahkan menghafal surah-surah dalam Alquran.

3. Suka berbuat amal saleh dan kebaapabilan
Anak ini mengerjakan keharusannya sebagai hamba Allah sedari dini, semacam shalat, puasa, zakat dan mempunyai adab yang baik. Anak yang mengangkat rezeki begitu mudah tergerak hatinya untuk meperbuat amal saleh. Hatinya begitu peka pada lingkungan, mudah berbuat baik dan gampang diarahkan.

4. Mengabdi pada orangtua
Anak yang menempatkan orangtuanya di atas segala-galanya. Paham alangkah pentingnya peranan orangtua bagi kenasibannya. Dirinya tidak bakalan bisa membalas jasa orangtuanya. Bakti itu ditunjukkan dengan menghormatinya, mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hatinya, dan rutin berbuat baik terhadap mereka. Bahkan apabila orangtuanya tidak sama keyakinan / agama dengan dirinya pun masih tidak mengurangi rasa hormat padanya.

5. Gemar menuntut ilmu berguna.
Anak yang rutin haus ilmu yang berguna bagi dirinya, agama dan masyarakatnya. Dengan keinginan sendiri dirinya melengkapi diri dengan wacana berguna, les, kursus di sela waktu luangnya, ikut terlibat dalam aktivitas sosial, kegiatan kepemudaan, remaja mesjid alias klub-klub olahraga yang berguna.

6. Sanggup mengingatkan orangtuanya.
Sejatinya orangtualah yang harus mengingatkan anak supaya senantiasa berada di jalan yang benar. Namun orangtua juga manusia biasa yang penuh kelemahan dan kesalahan. Anak yang baik bakal mengingatkan orangtuanya apabila cenderung meperbuat dosa / maksiat dengan tutorial yang ma'ruf. Faktor itu diperbuat semata-mata sebab rasa cintanya pada mereka dan tidak ingin mereka semakin-menerus meperbuat maksiat dan jadi penghuni neraka
nantinya.

7. Senantiasa minta doa dan restunya.
Apapun yang hendak diperbuatnya, sejak dari kecil bahkan seusai
dewasa, berhasil dan telah berkeluarga kebiasaan meminta doa restu orangtuanya tidak sempat dilupakannya. Sebab dirinya paham restu orangtua merupakan tiket untuk mempercepat dan mempermudah rezekinya. Senantiasa melibatkan orangtua dalam setiap keputusan penting yang bakal dibuatnya. Sebelum ujian, hendak mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi, memilih calon pendamping, hendak menikah, hendak mengawali usaha dan sebagainya.

8. Tidak sempat lupa mendoakan orangtuanya.
Anak yang saleh tidak sempat lupa menyertakan orangtuanya dalam setiap doa-doanya. Dirinya ingin Allah menjaga, mengasihi, memberi kekuatan, kesehatan pada mereka semacam halnya yang diperbuat orangtuanya saat dirinya kecil. Dirinya memohon supaya Allah menjaga hatinya untuk masih senantiasa berbuat baik pada keduanya. (baca : mainan apa yang paling baik untuk anak?)

9. Rutin menceriakan hati orangtuanya.
Anak-anak merupakan rezeki dan keceriaan hati orangtuanya. Anak yang senantiasa membahagiakan dan menceriakan hati orangtua, rutin membikin bangga mereka merupakan anak yang mengangkat rezeki. Anak ini sangat menjaga nama baik dirinya, orangtua dan keluarga besarnya. Prestasi dan ukiran nama baik menjadi tolak ukurnya. Bukan anak yang memancing rasa sulit, kegalauan, kekecewaan, ratapan, umpatan bahkan keluarnya sumpah orangtua padanya. (baca : mengapa mengabdi pada bunda melipatgandakan rezeki?

Itulah 9 ciri anak yang mengangkat rezeki buat orangtuanya. Anak itu karunia dan rezeki Ilahi, diberbagi pada orang-orang yang terpercaya untuk menjadi orangtua. Tidak semua orang diberi rezeki ini bukan?

Mempunyai anak saleh dan mengangkat rezeki itu harus diupayakan.
Mulai dari proses pembuatanya yang menyertakan Allah di dalamnya. Ucapan bismillah saat meperbuat hubungan suami isteri dan doa yang dipanjatkan padaNya supaya apabila hubungan tersebut menghasilkan janin, bakal diiringi rahmatNya.

Proses kelahiran, membesarkan dan mendidiknya dengan ilmu agama dan ilmu yang berguna.

Senantiasa mengamati perkembangan anak, menggiring ke jalan yang benar dan luar biasanya segera apabila tercebur dalam kemaksiatan. (baca : bagaimana menjadi orangtua hebat?)

Senantiasa ada saat anak membutuhkannya. Jadi seusai tua kelak anak bakal rutin ada juga untuk dirinya.
Mendidik dengan pujian dan apresiasi dan meminimalkan hukuman. (baca : apabila meperbuat ini berarti kamu meperbuat kekerasan terhadap anak)

Menjadikan diri teladan terpuji buat anak.
Tak usahlah menyebut-nyebut kebaikan dan jasa terhadap anak. Sebab itu telah semestinya dan menjadi tanggung jawab orangtua. (baca : apakah anak berutang sebab telah dibesarkan orangtuanya?)

Berusaha melindungi anak dari pengaruh luar yang membahayakan. (baca : trik sederhana mengajarkan anak melindungi dirinya).
Berbagi apa yang paling baik bagi tumbuh kembangnya. ASI sejak lahir hingga 2 tahun, makanan bergizi, merangsang kreativitasnya dan sosialisasinya.

Apabila ingin mempunyai anak saleh dan mengangkat rezeki, mulailah dari diri kamu terlebih dahulu. Jadilah manusia saleh-salehah yang bakal menjadi contoh dan teladan bagi mahluk kecil yang murni jiwanya itu. Masa kecil anak hanya sekali, jadikan masa itu terindah baginya.

Wallahu alam.
loading...
Loading...
loading...
close