Hukum Menyembelih Hewan Dengan Mesin Potong Dalam Islam

loading...
loading...

Assalamaulaikum warohmatullohiwabarokatuh, Saya tinggal di negara non-Muslim cocoknya di Korea Selatan. Kami mempunyai dilema mengenai sembelihan dengan mesin (mesin potong ayam).

Apabila.. Seusai orang non muslim memotong ayam serta kemudian giliran kami yang muslim untuk memotong ayam maka kami bakal mencuci bersih pisau yang dipakai supaya tak terkena darah ayam sebelumnya.

Saat mengawali mesin orang muslim membaca Bismillah terlebih dahulu baru tombol start ditekan. Semua ayam dalam satu siklus atau tak tercampur dengan ayam untuk non muslim.

Apakah faktor semacam tutorial diatas telah bisa dikatakan bahwa hasil sembelihan merupakan Halal, mengingat kondisi yang tak memungkinkan pemotongan fauna jamak dengan tutorial manual (perizinan, lokasi serta faktor teknis lain dengan cara hukum legal).

Apakah mencuci pisau dengan air serta sabun saja telah lumayan ataukah butuh dibasuh dgn pasir.
Mohon jawaban dari pertanyaan kami. Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarakatuh. (Fathur Rokhman)

Jawaban:
Wa alaikumus salam warohmatullohi wabarokatuh
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Berikut berbagai fatwa Lajnah Daimah (Komite Masih untuk Penelitian Ilmiyah serta Fatwa) mengenai penyembelihan berbagai ekor fauna dengan memakai mesin,

Pertanyaan 1:
Perusahaan hendak membeli mesin penyembelih otomatis, sebagai ganti jagal. Sebab fauna yang disembelih sangat tak sedikit. Apakah ini dibolehkan?
Jawaban 1:

يجوز لكم شراء الماكينة الأوتوماتيكية لذبح الحيوانات المأكولة اللحم
Kalian boleh membeli mesin otomatis untuk menyembelih binatang-binatang yang halal dimakan.

Pertanyaan 2:
Apakah membaca bismillah ketika menyalakan mesin penyembelih dianggap memenuhi? Mengingat bismillah dibaca ketika menyalakan mesin untuk menyembelih serta diperbuat sekali.
Jawaban 2:

تجزئ التسمية مرة واحدة ممن يحرك الماكينة حين تحريكه إياها على عدة ذبائح بنية ذبحها على أن يكون من يحركها مسلما، أو كتابيا يهوديا، أو نصرانيا. وبالله
التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Dibolehkan membaca bismillah sekali dari orang yang menyalakan mesin ketika mengawali menyalakannya untuk menyembelih berbagai fauna dengan disertai niat menyembelih. Dengan syarat, orang yang menyalakan alat itu merupakan seorang muslim, atau pakar kitab, baik yahudi atau nasrani.

Hanya dari Allah segala taufiq. Semoga shalawat serta salam tercurah terhadap Nabi kami Muhammad beserta keluarga serta para sahabatnya.

(Fatwa Lajnah Daimah no. 9677 ditanda tangani oleh Imam Ibnu Baz serta Syaikh Abdurazaq Afifi).

Pertanyaan 3:
Apa hukum penyembelihan dengan alat? Dimana alat ini menyembelih puluhan ayam dalam sekali waktu, pasti dengan sekali wacana bismillah.

Apabila ada satu orang menyembelih dengan tangannya berbagai ekor ayam, apakah lumayan dengan membaca basmalah sekali, ataukah harus harus membaca basmalah untuk semua binatang?
Jawaban 3:

أولا: يجوز الذبح بالآلات الحديثة بشرط كونها حادة، وأن تقطع الحلقوم والمريء.
ثانيا: إذا كانت الآلة تذبح عددا من الدجاج في وقت واحد متصل فتجزئ التسمية مرة واحدة ممن يحرك الآلة حين تحريكه إياها بنية الذبح بشرط كون الذابح المحرك مسلما، أو كتابيا.
ثالثا: إذا كان الشخص يذبح بيده فيجب أن يسمي تسمية مستقلة على كل دجاجة يذبحها لاستقلال كل دجاجة بنفسها.
رابعا: يجب أن تكون التذكية في محل الذبح، وأن يقطع المريء والودجان، أو أحدهما
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Pertama, boleh menyembelih dengan alat modern, dengan syarat pisaunya tajam, serta bisa memotong tenggorokan serta kerongkongan.

Kedua, apabila alat ini bisa menyembelih berbagai ekor ayam dalam sekali waktu dengan cara bersambung, maka wacana basmalah boleh diperbuat sekali, dari orang yang mengnasibkan alat itu, dibaca persis ketika dirinya mulai menyalakannya.

Disertai niat menyembelih. Dengan syarat, orang yang menyalakan alat ini merupakan seorang muslim atau pakar kitab (yahudi serta nasrani).
Ketiga, apabila seseorang menyembelih dengan tangannya, maka harus membaca basmalah untuk setiap ekor ayam yang dirinya sembelih. Sebab masing-masing ayam disembelih sendiri-sendiri.

Keempat, penyembelihan harus diperbuat di tahap tempat pemotongan (ujung leher), serta harus terpotong kerongkongan serta dua urat leher atau salah satu urat leher.

Hanya dari Allah segala taufiq. Semoga shalawat serta salam tercurah terhadap Nabi kami Muhammad beserta keluarga serta para sahabatnya.
(Fatwa Lajnah Daimah no. 21165 ditanda tangani oleh Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh serta Syaikh Abdullah bin Ghadiyan).

Allahu a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com
loading...
Loading...
loading...
close