Dulu Berat Badannya 146 kg, Sekarang Turun Jadi "80 kg"! Siapa Sangka Hal Itu Ia Lakukan Karena "Alasan Mengejutkan" Ini!

loading...
loading...

Dalam beberapa tahun terakhir, kita sudah sering melihat kisah diet yang menginspiras. Begitu juga dengan kisah yang satu ini…

Ada beberapa cara untuk menjadi kurus, ada yang mengontrol makan, ada yang giat olahraga, dan ada juga yang mengandalkan operasi sedot lemak.

Yah, operasi sedot lemak sering menjadi kontroversi dan buah bibir. Karena dengan melakukan operasi sedot lemak, artinya seseorang memilih cara yang paling mudah dan paling cepat kurus. Karena itulah, orang lain merasa penurunan berat badan dengan cara ini sebenarnya tidak sehat dan tidak akan tahan lama, bisa kembali menjadi gemuk lagi, bahkan bisa menyebabkan gangguan metabolisme.

Kisah kali ini adalah seorang gadis 23 tahun dari California yang bernama Amanda Roberts.


Sejak muda, ia memang mengalami gangguan pola makan, ia tidak bisa menghindari makanan yang berkalori tinggi, termasuk hamburger, kentang goreng, kue dan coklat. Lihat makanan akan langsung memakannya. Akhirnya, berat badannya pun naik dengan tidak terkendali hingga 146 kg!


Berat badannya yang terlalu melewati batas ini membuat hidupnya juga tidak nyaman.
Ketika bangun setiap hari, mau pakai celana, mau turun tangga, semuanya butuh waktu yang lebih lama.

Meski begitu, suaminya tidak membenci dirinya. Keluarga dan teman-temannya juga sudah terbiasa dengannya yang memiliki berat badan berlebihan, sehingga tekanan yang ia dapatkan tidak begitu besar.

Jadi, keluarganya tidak masalah dengan ukurannya, tapi ia sendiri merasa cemas!
Apalagi setelah ia melahirkan anak perempuannya yang pertama…


Ketika suami pergi bekerja, ia harus berada di rumah dan menjaga bayinya. Awalnya, tidak ada masalah yang terjadi. Ketika putrinya masih kecil, digendong saja sudah tidak rewel.


Tapi kemudian, ketika putrinya mulai tumbuh dan belajar berjalan, Amanda mulai merasa kelelahan yang dahsyat.

"Setelah putriku bisa jalan, ia suka kesana kemari, aku yang berada di belakang tidak bisa mengikutinya, seringkali napas terengah-engah ketika berusaha mengejarnya."

Putrinya ingin agar Amanda bermain bersamanya, tapi tidak berapa lama, Amanda sudah lelah.
Hal ini lah yang membuatnya berpikir, untuk mengajari anaknya hal yang benar, ia tidak bisa tidak diet.

Tapi berat badannya yang sudah mencapai 140 kg lebih ini sangat sulit diturunkan. Jika dengan cara mengatur makan dan olahraga, maka mungkin ketika anaknya sudah sekolah, ia baru bisa mencapai tujuannya untuk kurus.

Karena itulah, ia memilih untuk melakukan operasi sedot lemak. Operasi ini menghabiskan biaya yang cukup besar, sekitar 122 juta rupiah. Untungnya, ia memiliki asuransi kesehatan yang bisa digunakan untuk membayar biaya operasi (mungkin juga karena obesitas yang ia alami sudah terlalu parah).

Setelah operasi, bukan berarti lemak dalam tubuhnya hilang semua. Ia masih perlu mengatur makanan dengan ketat dan melakukan olahraga yang keras.


Setiap hari ia makan sayur dan buah, dan minum kopi tanpa gula.Sesekali ketika makan makanan ringan, ia memilih es krim yang kandungan gulanya rendah. Benar-benar berbeda ketika sebelum ia memutuskan untuk diet.

Ia merekam kesehariannya di instagramnya, dan ingin agar semua wanita gemuk di dunia untuk sadar dan bersama-sama diet.

Tidak berapa lama, followernya pun bertambah dengan cepat.

Berkat operasi sedot lemak, olahraga rutin dan kontrol makanan, sekarang berat badan Amanda menjadi 80 kg. Semua orang yang melihatnya, sudah merasa ia menjadi sangat langsing.

Ketika menemani putrinya bermain, napasnya tidak lagi terengah-engah. Setelah ia mulai mengurus, kehidupannya tidak begitu saja menjadi baik dan muncul masalah baru…
Amanda pun merasa sedih dan tertekan. Seperti di awal artikel, operasi sedot lemak pasti ada efek sampingnya. Dan hal itu terlihat dari bentuk badan Amanda, setelah operasi, lemaknya memang hilang, hanya saja meninggalnya lapisan kulit yang menggelambir.

Ketika duduk, perutnya akan langsung menjadi seperti ini.

Semua orang yang mengetahuinya merasa kasihan… Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah dengan operasi lagi. Biaya operasinya melebihi biaya operasi sebelumnya, total mau 135 juta rupiah. Dan kali ini, asuransi kesehatan tidak bisa membantunya membayar segala pengeluaran itu.

Keluarganya juga tidak memiliki uang sebanyak itu untuk operasi. Amanda yang mulai depresi, terpikirkan para fansnya di instagram, ia meminta bantuan mereka jika ada yang mau donasi untuk biaya operasinya.
Tidak disangka, benar-benar ada orang yang menyumbang uang untuk operasinya, sebesar 108 juta rupiah.

11 bulan kemudian setelah operasi, ia terlihat sama dengan orang normal lainnya.

Sekarang, Amanda benar-benar mengatakan selamat tinggal kepada dirinya yang dulu. Di instagram ia juga memposting kesehariannya bersama putrinya. Hari-harinya pun menjadi lebih indah. Semua ini berkat kemauan dirinya sendiri dan dukungan dari orang yang menyayanginya. Sekarang hidup Amanda jauh lebih baik dan lebih sehat dari sebelumnya. Bagaimana menurut Sobat Cerpen?
Sumber: thehealth

http://www.cerpen.co.id/post_145238.html
loading...
Loading...
loading...
close