Begini Hukum Dan Tata Cara Mencukur Bulu Kemaluan

loading...
loading...

Berbicar4 prih4l mencuku bulu kemalu4n terkad4ng diangg4p sebag1n orang adal4h fakto yang tab. Tetapi pada dasarnya faktor yang tak jarang kali dianggap sepele ini nyatanya sangat penting untuk diketahui hukum serta tata caranya

Dan nyatany4 pula prih4l tat4 tutori4l sert4 hukum mencuku bulu kemalu4n adal4h sal4h satu sunnah Rasulullah SAW yang am4t disayangk4n apabil4 kaum muslimi yang tak mengenalny4.

Rasulullah SAW bersabda:
“Diantara fitrah adalah mencukur bulu kemaluan, mencukur kuku serta memendekkan kumis.” (HR. Imam Bukhori serta Muslim)

Islam nyatanya mengusulkan supaya bulu-bulu tersebut
dicukur dengan cara rutin. Faktor ini bukan tanpa alasan, sebab nyatanya ada tak sedikit kegunaaan dari anjuran Rasulullah SAW ini, yang paling mutlak adalah berhubungan dengan persoalan kebersihan serta kesehatan.

Mencukur bulu kemaluan hendaknya rutin diperbuat dengan cara rutin oleh seorang muslim kurang dari 40 hari. Imam Syaukani dalam kitab Nailul Authar membahas :

“Bat4s waktu maksim4l adal4h emp4t puluh har1 sebagaiman4 yang sud4h ditentuk4n oleh Nab1 sallallahu’alaihi wa sall4m, maka tak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk tak memotongnya melebihi empat puluh hari. Serta apabila dalam rentang sebelum 40 hari, Kamu berniat memotongnya maka faktor ini diperbolehkan serta tidaklah menyalahi sunnah.”

Adapu tat4 carany4 sesua1 deng4n angur4n Rasulullah SAW hendakny4 dimulai dari bulu tah4p kan4n yang tertingg1 kemudi4n menyamp1ng ke kir1.

Hal yang paling penting sebelum mencukur bulu kemaluan adalah disunnahkan untuk membaca basmalah alias doa masuk kamar mandi sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

“Penutu antara pandang4n j1n sert4 aurat an4k cucu adam adal4h ketik4 merek4 masuk kamar mand1, mengucapk4n bismill4h.” (HR. Tirmidzi)

Sumber: dream.co.id
loading...
Loading...
loading...
close