Bayi 5 Bulan Sekarat dan Tidak Bisa Bernafas, Tapi Dokter Malah Bilang "Biarkan Saja"! Begitu Tahu "Alasannya", Suster Langsung Mengundurkan Diri!!

loading...
loading...

Tugas dokter serta suster benar-benar mulia, yaitu menyelamatkan nyawa. Tetapi, bila ditugasi untuk "menghabisi" nyawa seorang bayi yang tidak bersalah, entah apa yang mereka rasakan?

Berikut ini kesaksian seorang suster yang wajib menonton nyawa seorang bayi kecil melayang begitu saja tanpa dapat berbuat apa-apa.

"Saya menonton seorang bayi laki-laki berumur 23 minggu berbaring di dalam inkubator. Detak jantungnya sangat kuat, dapat terkesan dari dadanya yang bergerak naik turun. Beratnya 900 gram, 2 kali lipat dari berat bayi seumurannya."

"Tak lama kemudian, bayi malang itu mulai ketidak lebihan oksigen, sesak nafas, tangan serta kakinya terus melambai seolah-olah berjuang untuk menghirup udara, tubuhnya tidak dapat berhenti bergemetar. Dokter datang serta menyuruh saya untuk membiarkannya. Hati saya hancur. Alangkah saya berharap dokter bilang, bayi ini dapat diselamatkan."

"Saya mencoba membujuk dokter untuk menyelamatkan bayi itu, tapi ia hanya berbicara kalimat ini: Bayi ini merupakan bayi aborsi. Rumah sakit tidak berhak untuk ikut campur."

"Dengan marah, putus asa, bercampur kecewa, saya menggendongnya di pelukan, berharap dapat membikinnya hangat. Saya menonton ia berusaha untuk bernafas, berjuang untuk nasib, air mata saya tidak terbendung."

"Perlahan saya dapat merasakan lengannya mulai lemas, nafasnya mulai berhenti, detak jantungnya mulai pelan, terus lama terus pelan, lalu dirinya berhenti bernafas, 4 jam kemudian, detak jantungnya benar-benar berhenti. Saya membawanya ke kamar jenazah, serta saya tahu dirinya tidak bakal sempat merasa alangkah hangatnya pelukan seorang ibu, dirinya tidak bakal sempat punya nama, tidak bakal ada yang mengingatnya sebab tidak ada seorang pun di dunia ini yang menyambut kelahirannya..."

Sobat Cerpen tentu tahu mengenai aborsi. Janin yang belum lumayan umur bakal diinduksi dengan sejenis obat agar ia kesusahan bernafas serta dikeluarkan dengan cara paksa dari perut ibu. Bahkan, ada berbagai bayi aborsi yang tetap nasib saat dikeluarkan.

Tidak sedikit wanita menangis saat meperbuat aborsi, tapi percayalah, mereka menangis bukanlah sebab sakit fisik, tapi sakit hati semacam ditusuk-tusuk. Pemandangan itu bakal terus menghantui sang bunda semacam mimpi kurang baik. Tidak hanya meninggalkan luka yang sangat parah, sang bunda juga wajib menanggung sakit fisik, pukulan psikologis, bahkan ketidaksuburan untuk seumur nasibnya. Apabila bukan terpaksa, sebaiknya jangan perbuat aborsi.

Hai wanita, cintai serta lindungilah dirimu sendiri. Tolong pikirkan 2 kali sebelum meperbuat aborsi. Hargai dirimu serta nyawa kecil yang dititipkan oleh Tuhan!

Sumber: happy

http://www.cerpen.co.id/post_145523.html
loading...
Loading...
loading...
close