Tips Mengatasi Suami Pemarah dan Tukang Ngambek

loading...
loading...

Membangun biduk rumah tangga memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Menyatukan dua manusia dengan dua kepribadian jelas bukan perkara gampang.

Inilah yang membuat pernikahan terasa sulit dijalani bila tidak disertai ikatan cinta dan komitmen yang kuat.

Salah satu masalah yang sering ditemukan ialah kondisi karakter masing-masing pasangan yang berubah tiga ratus enam puluh derajat setelah menikah dan hidup bersama. Misalnya, perangai mudah marah, mudah cemburu, super sensitif dan cuek.

Seperti yang diungkapkan oleh Elly Nagasaputra, MK, CHt, konselor pernikahan ari www.konselingpernikahan.com . Menurut Elly, setidaknya ada tiga faktor penyebab suami mudah marah dan super sensitif yang harus Anda ketahui.

Selain memaparkan tiga faktor penyebab pasangan mudah marah, Elly juga memberikan tips mengatasi suami pemarah yang kerap Anda temukan sehari-hari sebagai pasangan hidup.
Klik halaman berikutnya untuk melihat 3 faktor penyebab suami mudah marah dan super sensitif dari pakar.

1. Sifat dan Karakter Asli
Boleh jadi perangai doyan marah dan mudah tersinggung atau moody yang ditunjukkan pasangan sebenarnya merupakan sifat aslinya.

Mungkin ketika masa pacaran, ia tampak baik, sabar, pemaaf dan sebagainya. Wajar saja karena ia berusaha menunjukkan sikap terbaik pada sang pujaan hatinya.

Nah, begitu menikah, setelah beberapa waktu kemudian, tampaklah “wujud” sebenarnya. Jadi selama ini yang ditunjukkan adalah kepura-puraan semata.

Tak mudah memang mengubah karakter asli, apalagi bila sudah dewasa. Menjadi sebuah tantangan yang rumit bagi pasangan apalagi bila diketahui sifat aslinya setelah beberapa tahun menikah. Dulu kok terlihat baik, sekarang mudah tersinggung dan sensitif.

“Dalam hal ini, pasangan harus mampu menempatkan diri sebagai partner yang bisa membantu mengurangi pemicu yang membuat ia jadi super sensitif.”

Jadi, yang mungkin bisa dilakukan adalah mencoba meminimalisasi potensi ia “meledak”. Misalnya, kita tahu bahwa pasangan cenderung orang yang on time. Jadi, begitu suami sudah siap berangkat pergi tapi kita masih belum kelar dandan, bisa saja ia jadi marah.

Contoh lain, istri cenderung rapi menata isi rumah, tapi begitu suami dengan santai meletakkan koran tidak pada tempatnya, bisa saja istri ngamuk.

“Maka sebagai solusinya kita perlu sensitif atas sifat, karakter ataupun kepribadian pasangan. Ketahui hal-hal
loading...
Loading...
loading...
close