searchbox

Google Yahoo Msn
News Update :

Dunia Islam

Ushul Fiqh

eramuslim

Dianggap Promosikan "Berhala", Acara "Arab Idol" Menuai Kecaman

19 Des 2011 12:47



"Arab Idol", nama sebuah ajang mencari bakat yang disiarkan di saluran televisi MBC1, tiba-tiba telah memicu kontroversi akibat interpretasi yang berbeda dari kalimat "Idol" yang berfokus pada kata konotasi keagamaan sehingga muncul kampanye sengit menentang saluran TV tersebut.

Klip yang diposting di situs berbagi video YouTube dan artikel online telah mengecam saluran MBC1 yang menggunakan kalimat "Idol" dalam judul dari salah satu program mereka dan menjelaskan arti kata yang dianggap kontradiksi dengan prinsip-prinsip Islam karena mengacu pada Tuhan yang disembah oleh orang "kafir." "Idol" sendiri bisa diterjemahkan menjadi "berhala" atau "idola", Arab Idol dikonotasikan sebagai "berhala Arab."

Kampanye penentangan ini, yang dianggap sengaja mengabaikan berbagai arti lain dari kata serta sifat kalimat tersebut, dipandang sebagai rencana untuk memfitnah saluran TV MBC1 dan pada gilirannya umat Muslim akan menentang program ini.

Ketika ditempatkan dalam konteks yang tepat dan melihat dari sudut pandang profesional industri hiburan, menjadi jelas bahwa kata "Idol" bisa berarti banyak hal seperti "pujaan," "idola," atau yang lainnya, selain dari "berhala".

Program ajang mencari bakat ini, bertujuan menunjuk seseorang yang paling populer di kalangan masyarakat Arab dan bukan orang yang akan disembah oleh mereka. Dengan cara ini, kata "Idol" ini bertujuan untuk menunjukkan bakat orang dan cara menentukan popularitas-nya. Namun tetap saja ajang seperti tidak bermanfaat dalam kaca mata ajaran Islam.(fq/aby)

Iran Pamerkan Agen CIA yang Berhasil Ditangkap di Televisi Negara

12:33

Seorang mata-mata CIA yang baru-baru ini ditahan di Iran telah mengakui bahwa dirinya berada dalam sebuah misi untuk menyusup ke Kementerian Intelijen Iran.

Dalam pengakuan televisi, yang disiarkan di televisi Iran pada Minggu malamkemarin (18/12) , agen CIA bernama Amir Mirzaei Hekmati, mengatakan ia bergabung dengan Angkatan Darat AS pada tahun 2001 dan menjalani pelatihan intelijen selama satu dekade.

Dia menambahkan bahwa dia dikirim ke Pangkalan Udara Bagram yang dikelola AS di Afghanistan timur dan diberikan akses ke file intelijen yang diklasifikasikan sebelum terbang ke Teheran.
Hekmati asal Iran, lahir di barat daya negara bagian Arizona AS, mengatakan ia bermaksud untuk mendapatkan kepercayaan dari aparat intelijen Iran dengan informasi yang telah diberikan oleh CIA.

"CIA berencana untuk pertama membakar beberapa informasi yang berguna, memberikannya kepada mereka (Iran) dan membiarkan Kementerian Intelijen Iran berpikir bahwa ini adalah bahan yang baik," katanya.
Iran mengatakan jaringan intelijen mereka, yang bertugas memantau kegiatan di pangkalan Bagram, telah mempelajari sosok Hekmati di sana dan menggagalkan operasinya.

Ini bukan kali pertama Iran mengklaim telah menangkap mata-mata CIA. Pada tanggal 30 Mei, anggota spionase CIA dan jaringan sabotase ditangkap oleh Kementerian Intelijen Iran.
Pada tanggal 24 November, Iran sekali lagi mengumumkan penangkapan seorang mata-mata CIA yang ditemukan berusaha menyabotase fasilitas nuklir negara itu dan kompleks penting lainnya.(fq/prtv)

View the original article here

Hotel Bebas Alkohol, Tren Baru Pariwisata Maroko

30 Nov 2010 17:23

RABAT, Media-Muslim.com – “Servis jasa hotel bebas alkohol tidak terbatas pada pelanggan muslim, tapi juga ditujukan pada wisatawan asing pengkonsumsi alkohol rutin dalam kehidupan mereka” ungkap para pejabat ahli bidang pariwisata Maroko ketika mengapresiasi model layanan Ryad Mogador Hotels yang bebas alkohol dan diskotik di malam hari.

Di sela-sela pertemuan OnIslam.net dengan pejabat terkait dikatakan bahwa launching layanan hotel bebas alkohol merupakan terobosan baru yang tergolong “berani” di Maroko guna mendobrak kekhawatiran kerugian material akibat penerapan “pariwisata bersih”.

Ryad Mogador Hotels tercatat sebagai pelopor utama layanan hotel bebas alkohol, yang akhirnya diikuti oleh Diwan Hotel Casablanca dan hotel kecil lain di wilayah Marrakech, Essaouira, dan Rabat.

Dalam wawancara ekslusif dengan OnIslam.net, pihak manajemen Ryad Mogador Hotels, Musaedah Milyud mengungkap: "Ini adalah inisiatif pribadi pemilik hotel dan uniknya para pelanggan hotel tidak terbatas pada umat muslim dan kaum reliji saja, tapi permintaan reservasi dari wisatawan asing yang ingin beristirahat dan menikmati nuansa berbeda di hotel kami juga mengalami peningkatan”.

Para tamu hotel dari kaum muslim juga tidak ragu mengajak keluarga mereka menginap di hotel guna menikmati layanan yang kami berikan tanpa khawatir mendengar kata-kata kurang sopan dari pengkonsumsi alkohol” lanjutnya.

“Sementara di sisi iklan, servis hotel bebas alkohol ini tidak butuh iklan khusus, karena dengan pelayanan optimal dan kenyamanan yang dirasakan para tamu dan pelanggan hotel itu sudah merupakan iklan” imbuh Musaedah. (frtn/OI).

Netanyahu Halangi Pertemuan Hamas-Fatah di Yerussalem

2 Nov 2010 13:39

YERUSSALEM, Media-Muslim.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Senin malam (01/11/2010) menyatakan tidak akan mengizinkan perwakilan Otoritas Palestina mengadakan acara dan pertemuan di Yerusalem, demikian dilansir dari kantornya.

Di lain pihak, Perdana Menteri Palestina Salam Fayed direncanakan akan meresmikan dua sekolah yang terletak di wilayah sektor Timur kota Yerussalem yang telah dijajah Israel sejak tahun 1967 silam itu.

Surat kabar Hareetz Israel melaporkan bahwa Menteri Dalam Negeri Israel telah memerintahkan kepolisian guna menutup akses masuk ke tempat acara yang dijadwalkan akan berlangsung 9 November mendatang.

Sementara itu anggota Komite Sentral Fatah, Azzam Al-Ahmad, mengatakan : “Fatah dan Hamas telah sepakat akan mengadakan pertemuan Selasa 9 November mendatang guna membahas kelanjutan pertemuan Damaskus terkait masalah keamanan. (frtn/arbyh)

Ipar Toni Blair Bantah Dirinya Syiah

1 Nov 2010 14:57

Ipar Toni Blair
LONDON, Media-Muslim.com - Lauren Booth, adik ipar Toni Blair yang resmi mualaf beberapa minggu lalu membantah pemberitaan media tentang dirinya yang berpaham Syiah.

“Saya resmi masuk Islam dan secara pribadi tidak pernah mengatakan bahwa saya Syiah atau Sunni dan saya juga heran mengapa pemberitaan tentang kesyiahan saya santer di beberapa media, dan jelas berita ini tak beralasan, ungkap Lauren yang juga wartawati Daily Mail Inggris dan Press TV London.

Mengaku sempat mengikuti pemberitaan di media-media Arab hari Minggu, 31-10-2010, Lauren menanggapi : saya tidak masuk Islam di Iran, meski dalam jumpa pers saya pernah mengatakan bahwa saya masuk Islam sepulang perjalanan saya dari Iran.

“Menurut saya Islam itu satu dan Allah juga satu” imbuh Lauren. (frtn/OI)

Mufti Mesir : Keberadaan Islam di Eropa Tak Akan Terhapuskan

14:23

DR. Ali Gumaah, Mufti Mesir
Swiss, Media-Muslim.com - Mufti Mesir DR. Ali Gumaah menilai keberadaan Islam di Eropa tak akan terhapuskan, sehingga diharapkan bagi semua pihak berpikir bagaimana eksistensi Islam di Eropa dapat dijaga, bukan malah meningkatkan fobia dan rasa benci terhadap Islam, karena menurut beliau masa depan Islam tidak hanya terkait dengan problematika niqob dan menara masjid semata. Hal ini mengemuka dalam wawancara Gumah dengan media televisi dan cetak di Swiss. Demikian dilansir OnIslam Senin, (1/11).

Terkait masalah cadar dan pembangunan menara masjid di Barat, Gumah juga mengingatkan pemahaman sempit sebagian minoritas muslim Eropa yang meyakini bahwa masa depan Islam hanya “berkutat” dalam masalah itu saja.

Islam berkembang berkat kandungan spiritualnya yang terbukti mampu menarik mereka yang hanya hidup dalam dimensi materialistis, disamping sejarah Islam yang bersih dari masalah inkuisisi, pembersihan etnis dan  pemaksaan.

Al-Quran sebagai kitab hokum Islam yang terdiri dari lebih 6000 ayat, hanya 300 ayat yang berbicara seputar masalah hokum, selebihnya berbicara mengenai pembentukan karakter muslim yang beretika tinggi. Demikian halnya hadits Nabi yang jumlahnya melebihi 60.000 hadits, hanya sekitar 2000 hadits yang membahas masalah hukum, selebihnya membahas masalah akhlak dan moral.

Minoritas muslim Eropa diharapkan lebih mampu berbaur dan terbuka dengan masyarakat sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang damai, namun tentu dengan tidak meninggalkan identitas sebagai muslim.

Gomaa juga menghimbau pusat-pusat budaya, intelektual dan politik di Eropa agar memperbaharui pemahaman mereka terhadap Islam dan Arab.

Himbauan serupa juga ditujukan pada pemimpin-pemimpin muslim dunia yang bertanggung jawab menampilkan nilai-nilai Islam yang benar, tidak hanya mementingkan “tampilan” serta mampu menghilangkan pemberitaan, pemahaman dan potret esensi Islam yang keliru di mata masyarakat Eropa. (Frtn/OI)

Fantastis… Muhammad Dominasi Nama Bayi di Inggris

28 Okt 2010 20:37

INGGRIS, Media-Muslim.com - Nama Muhammad mendominasi akte kelahiran bayi di Inggris melampaui nama-nama yang selama ini santer di telinga masyarakat Inggris seperti Jack dan Harry. Demikian dilansir harian Inggris Kamis (28/10).

Menurut laporan surat kabar Daily Mail, sejak 2009 nama Muhammad telah merajai tren nama bayi di Inggris, setahun sebelumnya menduduki peringkat ketiga setelah nama Jack yang menduduki peringkat teratas sejak 14 tahun silam.

Sejumlah 7549 bayi dinamai Muhammad oleh orang tua mereka, meskipun dengan penulisan yang berbeda seperti mengganti “U” dengan “O” hingga menjadi Mohammad atau dengan menghilangkan double “M” hingga menjadi Muhamad saja, serta ejaan-ejaan lainnya.

Bahkan di tahun yang sama, nama Muhammad telah berada di posisi puncak catatan resmi kelahiran bayi di Inggris dan Wales. Dan tidak menutup kemungkinan tren ini akan terus menyebar luas di Inggris. Sementara itu untuk bayi perempuan nama sepreti Olivia dan Ruby menduduki peringkat pertama dan kedua. (frtn/alj)

Permasalahkan Hijab, 26 Mahasiswa Turki Diskors

27 Okt 2010 19:53

ISTANBUL, Media-Muslim.com - Universitas Tekhnik Yildiz Turki menskorsing  26 mahasiswa hari ini Rabu, (27/10) akibat perseteruan antar sesama mereka terkait pencabutan larangan memakai hijab di kampus-kampus Turki.

Pihak kampus menetapkan skorsing terhadap 26 mahasiswa hingga penyelidikan kasus berakhir. Perseteruan itu dipicu oleh keputusan Departemen Pendidikan Tinggi Turki yang mengizinkan para mahasiswi Turki untuk memakai hijab ke kampus serta melarang para dosen mengusir mahasiswi yang berjilbab dari ruang perkuliahan. Demikian dilansir Reuters.

Mahasiswa yang berseteru mengaku terkejut karena secara tiba-tiba satpam mencegah mereka masuk kampus. Menyikapi keputusan itu para mahasiswa protes, karena keputusan kampus dianggap sepihak serta menyalahi undang-undang sebab proses penyelidikan masih berlangsung.

Kelompok Rasis Teror Imigran di Swedia

26 Okt 2010 13:50

Polisi Swedia berjaga di depan sebuah toko di  Malmo
SWEDIA, Media-Muslim.com - Suasana mencekam menghantui komunitas imigran di kota Malmo Swedia, pasca insiden penembakan oleh penyerang tak dikenal, mengingat dalam tiga malam terakhir teror tersebut semakin meningkat. Demikian dilansir Aljazeera Senin (25/10).

Sabtu malam kemarin, seorang pemilik toko pangkas rambut dan jahitan asal Iran menjadi korban dalam insiden tembakan yang tercatat sebagai insiden ke-16 selama beberapa bulan terakhir.

Pelaku melepaskan tembakan dua kali di depan toko, lalu memukul kepala korban kemudian langsung melarikan diri dengan sepeda motor. Akibatnya puluhan imigran berkumpul di TKP guna menanyakan kronologis serangan.

Serangan ini buntut dari rangkaian teror terhadap imigran asing di kota terbesar ketiga di Swedia yang dihuni oleh lebih 80 kebangsaan itu. Jumlah imigran asing di Malmo mencapai 30% dari total penduduk , sementara 10% dari total jumlah imigran berasal dari Arab.

Kita belum bisa memastikan apakah insiden ini masih terkait dengan beberapa kasus sebelumnya atau murni “perampokan bersenjata” ungkap Kepala Kepolisian Kota Malmo untuk meredakan suasana.

Jum’at lalu pihak kepolisian menegaskan bahwa teror yang menghantui imigran asing beberapa waktu terakhir disinyalir dilakukan oleh pelaku yang berpaham ekstirmis dan rasis.

Hasan Khalil, warga Swedia asal Palestina yang telah tinggal disana selama 25 tahun yang kebetulan ada di TKP pada saat kejadian penembakan menilai bahwa pernyataan pihak kepolisian terkesan menganggap “enteng” insiden itu, dan dikhawatirkan tanggapan itu malah akan memperburuk suasana dengan semakin meningkatnya teror.

“Kondisi disini sangat mencekam dan para imigran diliputi rasa takut, dulu kami sengaja meninggalkan negara asal hanya karena perang, dan kenyataan sekarang yang harus kami hadapi adalah teror yang sengaja dilancarkan oleh kelompok tertentu untuk mengadu domba kaum minoritas pendatang dengan penduduk setempat” ungkap Hasan ketika diwawancarai  wartawan Aljazeera.net.

Siham Khalifah, ibu tiga anak asal Palestina yang tinggal hanya beberapa meter dari TKP mengaku trauma dengan insiden itu, terlebih hingga sekarang pelaku penembakan masih belum terungkap. (fortuna/alj)

Israel Balik Kritisi Uskup Timur Tengah

25 Okt 2010 14:43

Vatikan, Media-Muslim.com - Kecaman para Uskup Timur Tengah dalam pertemuan Uni Gereja di Vatikan terkait pendudukan Israel di Palestina menuai kritikan dari Tel Aviv. Demikian dilansir Aljazeera Senin (25/10)

Menanggapi pertemuan itu, Deputi Menteri Luar Negeri Israel Dany Ayalon mengungkap: “kami kecewa terhadap para uskup gereja yang kini telah mulai melakukan manuver politik menentang Israel”.

“Sungguh ironis bila Israel dikecam, sementara kenaikan jumlah penganut Kristiani di Israel cukup signifikan” bela Yigal Palmor, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel.

Laporan hasil pertemuan Vatikan itu menuntut Israel agar menghentikan penjajahan terhadap negara-negara Arab yang telah mengakibatkan banyak penganut kristiani yang meninggalkan negaranya.

Israel juga dituntut agar tidak memelintir pemahaman Taurat terkait “tanah yang dijanjikan” serta “bangsa terpilih” untuk menjustifikasi kegiatan pembangunan pemukiman Yahudi di Yerussalem dan Tepi Barat.  

Seperti dikutip dari hasil pertemuan itu, diantara bentuk pelanggaran Israel yang mengakibatkan penderitaan rakyat Palestina yaitu berupa pendudukan wilayah Palestina, keberadaan tembok pembatas di Tepi Barat, keberadaan pos-pos pemeriksaan dan tahanan politik, pembongkaran rumah-rumah warga serta pemblokiran kehidupan ekonomi dan sosial rakyat Palestina.

Artikel

 

© Copyright Media-Muslim 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.